Beginilah Cara Reproduski Pada Landak

Reproduksi pada landak

Landak jenis hewan pengerat (Rodentia) yang memiliki rambut tebal dan berbentuk duri yang tajam. Hewan ini dapat dijumpai di bagian Asia, Amerika maupun Afrika, dan cenderung menyebar di kawasan yang mempunyai suhu tropika. Landak merupakan hewan pengerat terbesar ketiga dari segi ukuran tubuh nya.

Hewan jenis landak ini yaitu “membulat” serta tidak terlalu lincah apabila dibandingkan dengan hewan tikus. Karena dari rambut durinya, hewan lain yang sejenis namun bukan pengerat seperti Hedgehog dan Landak semut  (Echidna) juga dikenal sebagai “landak”, landak secara umum adalah hewan yang berjenis Herbivora.

Hewan jenis landak ini sangat menyukai batang , daun khususnya bagian dari kulit kayu. Dikarenakan hal inilah banyaknya landak dianggap sebagai hama tanaman untuk pertanian, meskipun demikian orang juga menjadikan landak sebagai salah satu bahan pangan, seperti satai landak yang merupakan salah satu menu khas dari Kabupaten Karanganyar.

Reproduksi pada landak

Reproduksi pada landak

Landak yang biasa dikenal oleh manusia adalah landak yang berjenis Hystrix, namun secara umum landak juga dipakai untuk benyebut anggota dari famili/suku berikut.

  • Erethizontidae (landak Dunia baru)
  • Coendou
  • Sphiggurus
  • Erethizon
  • Echinoprocta
  • chaetomys
  • hystricidae (landak dunia lama.)
  • Atherurus
  • Hystrix
  • Trichys

Berbeda dengan landak laut, reproduksi landak pada habitat aslinya mereka menyambut musim kawin dengan teriakan riuh rendah para jantan, Berikut adalah keterangan dan penjelasaan tentang reproduksi landak berikut:

  • Kapan dan Bagaimana Reproduksi pada landak

Landak jantan akan memamerkan perut buncitnya sambil mengelilingi landak betina terus-menerus yang diiringi dengan dengkuran secara berkala yang ritmis, sampai landak betina yang dirayu akhirnya merebahkan badannya karena dengkurannya, rayuan dari landak jantan berakhir. Diikuti acara pernikahan beberapa endus-endus terhadap landak betina yang menghasilkan perkawinan terhadap kedua landak.

Saat kawin landak jantan akan mengigit , mendesis, bahkan sampai berdarah-darah. Landak jantan akan mengelilingi yang betina beberapa jam sebelum acara kimpoi, setelah mengelilingi 10-13kali, akhirnya yang betina tunduk merebahkan durinya dan si jantan berpegang kepada betina, dan terjadilah proses alami yang menghasilkan regenerassi.

  • Kapan landak bisa dikawinkan

Setelah landak berusia 6 bulan, pada usia ini landak betina secara mental kesepian dan alat reproduksi nya yang sudah matang. Jangan mengawinkan landak betina pada usia terlalu dini , dikarenakan dapat merusak organ reproduksi pada landak betina yang mengakibatkan pada landak betina tidak dapat di jadikan induk yang baik.

  • Kehamilan pada landak betina

Semasa kehamilan pada landak betina , sampai melahirkan sebaiknya landak jantan dan betina dipisah, 33hari kemudian lahirlah anak-anak landak susu. Landak betina bisa melahirkan sebanyak 3-7 ekor sekaligus dengan cara beruntun. Mula-mula anak landak masih merah, buta dan tidak berduri,tetapi dalam beberapa jam saja duri anak landak yang baru lahir akan muncul.

Yang di sebut juga dengan duri “percobaan” yang masih lunak itu tdiganti dengan duri yang lebih keras, ciri-ciri dari landak hamil adalah, badan pada landak betina menggemuk dan sifat pemalas belum bisa di pakai acuan untuk ciri-cirinya tersebut, demikian ciri-ciri kehamilan terhadap landak satu dengan lainnya belum tentu sama.

  • Kelahiran terhadap landak betina

Landak betina membutuhkan suasana yang setenang mungkin dan jangan coba menganggu landak betina yang sedang melahirkan. Induk landak akan memberikan ASI secara rutin selama 1 bulan, disaat bayi landak sudah membuka mata dan akan siap-siap belajar berjalan induk landak juga akan memulai proses penyapihan / cerai susu.