Sifat Wajib Allah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Manusia yang diciptakan oleh Allah SWT. oleh Allah diberi sifat-sifat yang berbeda antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya. Perbedaan tersebut merupakan salah satu bentuk keagungan Allah yang nyata, yang dapat kita lihat dengan mata sederhana.

Atau bila kita membuat KTP elektronik, tentu kita akan diminta untuk men-scan sidik jari kita sendiri, nah itu juga termasuk salah satu bentuk keagungan Allah yang ada pada setiap diri manusia. Antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya tidak ada satupun yang sama bentuk sidik jarinya.

Mendengar sifat wajib Allah bukanlah sesuatu yang asing ditelinga kita, sebagai muslim tentu kita sering melantunkan atau bahkan tanpa kita sadari sesungguhnya kita sendiri sering membacakan sifat-sifat wajib Allah yang berjumlah dua puluh.

Baca juga : 20 Sifat wajib Allah SWT di situs Nyamankubro.com

Allah SWT. merupakan Tuhan semesta alam. Allah SWT. memiliki sifat-sifat yang wajib diimani oleh setiap umat muslim. Beriman kepada sifat wajib merupakan salah satu bentuk dari iman kepada Allah SWT.

Maksudnya ialah bukan hanya sekedar mengakui bahwa Allah itu ada dan wajib disembah oleh umat muslim, akan tetapi mengetahui bahwa Allah SWT. memiliki sifat wajib, sifat mustahil dan sifat jaiz bagi Allah.

Ketiga sifat tersebut wajib diketahui oleh setiap umat muslim, sebab dalam kehidupan sehari-hari tentu selalu berkaitan dengan perkara-perkara dan kejadian yang selalu berkaitan dengan sifat-sifat Allah SWT; baik sifat wajib maupun sifat jaiz-Nya.

Sifat Wajib Allah SWT

Berbeda dengan makhluk yang diciptakan-Nya, setiap makhluk yang Allah ciptakan pada makhluk tersebut terdapat sifat kekurangan yang menjadi ciri dasar manusia, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis yang artinya; “manusia merupakan tempatnya lupa dan salah.”

Akan tetapi berbeda dengan sifat-sifat Allah SWT yang kita bahas pada kesempatan ini. Beriman kepada Allah SWT. berarti mengetahui pula sifat-sifat-Nya; iman kepada sifat-sifat Allah maksudnya ialah’

  1. Meyakini dengan sepenuh hati dan tidak ada rasa ragu sedikitpun , bahwa Allah SWT. pasti memiliki sifat dengan segala kesempurnaan yang layak bagi keagungan-Nya.
  2. Meyakini dengan sepenuh hati dan tidak ada rasa ragu sedikitpun , bahwa Allah SWT. mustahil memiliki sifat dengan segala sifat kekurangan yang tidak layak bagi keagungan-Nya.
  3. Meyakini dengan sepenuh hati dan tidak ada rasa ragu sedikitpun, bahwa Allah SWT. boleh saja melakukan atau meninggalkan segala hal yang bersifat jaiz (mumkin), seperti menghidupkan manusia atau membinasakan manusia.

Sifat wajib bagi Allah SWT. semuanya berjumlah dua puluh sifat, dua puluh sifat tersebut wajib diimani oleh setiap muslim. Maka bila seseorang mengaku beriman kepada Allah SWT. akan tetapi ia sendiri tidak mengimani sifat-sifat Allah, maka perlu dikoreksi kembali ke imannya.

Dua puluh sifat Allah secara keseluruhan yaitu sebagai berikut;

“Ada (wujud), Dahulu (qidam), Kekal (baqo’), Tidak menyerupai sesuatu (mukhalafatu lil hawaditsi), Berdiri sendiri (qiyamuhu binafsihi), Esa (wahdaniyat), Kuasa (qudrat), Berkehandak (iradah), Mengetahui (‘ilm), Hidup (hayat), Mendengar (sama’), Melihat (bashiran), Berbicara (kalam), Yang berkuasa (qodiran), Yang berkemauan (muridan), Yang berpengetahuan (‘aliman), Yang hidup (hayyan), Yang mendengar (sami’an), Yang melihat (basyiran), Yang berbicara (mutakaliman).”

Pembagian Sifat Wajib Allah SWT

  1. Sifat nafsiyah, merupakan sifat yang berhubungan dengan Dzat Allah SWT; Sifat nafsiyah tersebut ada satu yaitu WUJUD yang berarti ADA.
  2. Sifat salbiyah, ialah sifat yang meniadakan adanya sifat sebaliknya, yaitu sifat-sifat yang tidak sesuai atau yang tidak layak dengan kesempurnaan Dzat-Nya. Sifat salbiyah tersebut ada lima, yaitu; Qidam, baqa’, Mukhalafatu lilhawaditsi, Qiyamuhu binafsihi, Wahdaniyat.
  3. Sifat ma’ani, ialah sifat-sifat abstrak yang wajib ada pada Allah. Termasuk bagian dari pada sifat ma’ani ada tujuh; Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, Kalam.
  4. Sifat ma’nawiyah, merupakan kelaziman dari sifat ma’ani. Sifat ma’nawiyah tidak dapat berdiri sendiri, sebab bila ada sifat ma’ani maka pasti ada sifat ma’nawiyah.

Bila sifat ma’ani telah dijelaskan dengan sifat yang ada pada sesuatu yang disifati yang secara otomatis menetapkan suatu hukum padanya, maka sifat ma’nawiyah merupakan wujud dari pada hukum tersebut.

Maksudnya ialah, sifat ma’nawiyah adalah kondisi yang selalu menetapi sifat ma’ani. Sebagai contoh sifat ‘ilm, pasti Dzat yang bersifat dengannya mempunyai kondisi berupa kaunuhu ‘aliman (keberadaannya sebagai Dzat yang berilmu)

Dengan demikian maka dapat dipahami bersama bahwa sifat ma’nawiyah juga memiliki jumlah yang sama dengan sifat ma’ani yaitu berjumlah tujuh sifat, yaitu; Qudrat, Iradat, Ilmu, Hayat, Sama’, Bashar, Kalam.

Demikian pembahasan ini kami sampaikan. Atas segala kekurangan dan kesalahan mohon untuk ikut mengoreksi sehingga dapat kami benarkan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh